Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Wujudkan Pendidikan Setara, 702 Sekolah di Kutim Bakal Diperkuat Tenaga Pendidik Inklusi

Wujudkan Pendidikan Setara, 702 Sekolah di Kutim Bakal Diperkuat Tenaga Pendidik Inklusi

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai tancap gas memperkuat kesiapan sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang ramah bagi siswa berkebutuhan khusus. Langkah ini menargetkan 702 sekolah di seluruh wilayah Kutim agar memiliki tenaga pendidik yang menguasai metode pembelajaran inklusi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa sekolah umum kini tidak lagi membatasi diri hanya untuk siswa nondifabel. Baik sekolah negeri maupun swasta memikul tanggung jawab yang sama untuk membuka pintu lebar-lebar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Kebijakan ini menjadi pijakan penting Pemkab Kutim untuk mengikis diskriminasi dan menjamin hak belajar bagi seluruh anak.

“Sekolah umum, baik negeri maupun swasta, wajib menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Jadi tempat belajar mereka bukan cuma di Sekolah Luar Biasa (SLB),” tegas Mulyono, Senin 31 Agustus 2026.

Dalam waktu dekat, Disdikbud Kutim akan memetakan kebutuhan guru pendamping berdasarkan kapasitas tiap sekolah. Bagi Mulyono, sekolah berskala besar dengan jumlah murid yang padat membutuhkan alokasi tenaga pendamping yang lebih banyak.

“Sekolah berukuran besar idealnya menyiagakan tiga sampai empat guru inklusi. Sementara untuk sekolah yang lebih kecil, satu atau dua guru sudah mencukupi,” jelas dia.

Selain menyiapkan kapasitas SDM, Pemkab Kutim juga memprioritaskan pembenahan fasilitas fisik. Disdikbud mengakui masih banyak sekolah yang belum mengantongi sarana pendukung bagi siswa difabel.

Karena itu, Mulyono menekankan bahwa pihak sekolah dapat memanfaatkan dana BOS maupun Bosda untuk mengoperasikan pengadaan fasilitas dasar, seperti toilet khusus, kursi roda, hingga alat bantu jalan. Jika kebutuhan fasilitas membludak, Disdikbud siap turun tangan mengucurkan bantuan tambahan.

Mulyono menjamin pemenuhan fasilitas ini akan berlangsung fleksibel dan menyasar sekolah yang paling membutuhkan.

“Apabila ada sekolah besar yang membutuhkan dukungan sarana dalam jumlah banyak, Dinas Pendidikan siap memenuhinya secara langsung,” pungkas Mulyono. (ADV/Kominfo)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less