Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » TPA Km 5 Disiapkan Gantikan Batota, Efisiensi Angkut Sampah Jadi Pertimbangan

TPA Km 5 Disiapkan Gantikan Batota, Efisiensi Angkut Sampah Jadi Pertimbangan

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan kawasan Kilometer 5 sebagai calon lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru untuk mendukung pembenahan layanan persampahan. Pemilihan kawasan tersebut turut mempertimbangkan efisiensi perjalanan armada pengangkut sampah.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, jarak antara sumber sampah dengan fasilitas pembuangan menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pemerintah. Lokasi yang lebih dekat dinilai dapat membantu mengurangi penggunaan bahan bakar dan waktu tempuh kendaraan.

Menurutnya, armada persampahan bergerak setiap hari untuk melayani permukiman serta sejumlah kawasan aktivitas masyarakat. Karena itu, jarak tempuh yang terlalu panjang dapat meningkatkan kebutuhan operasional.

“Kalau lokasinya dekat, tentu biaya operasional bisa ditekan. Kalau terlalu jauh, pengeluaran untuk angkutan juga semakin besar,” kata Mahyunadi.

Ia menjelaskan, Km 5 dipilih setelah pemerintah melihat sejumlah alternatif lokasi. Beberapa kawasan yang sempat menjadi bahan pertimbangan antara lain bekas tambang, Rantau Pulung, kawasan sekitar kantor kecamatan, hingga Km 12.

Selain persoalan jarak, aspek aksesibilitas turut menjadi pertimbangan. Kawasan Km 5 dinilai memiliki peluang pengembangan infrastruktur jalan yang dapat menunjang mobilitas kendaraan menuju lokasi pengolahan sampah.

TPA baru tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas di Batota yang selama ini menjadi salah satu titik pembuangan sampah.

Mahyunadi menegaskan, keberadaan fasilitas baru nantinya tidak hanya berorientasi pada pembuangan. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis diharapkan dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali.

“Pengelolaannya harus memberikan manfaat. Sampah yang masih bernilai bisa dimanfaatkan sehingga masyarakat sekitar juga mendapatkan dampak positif,” ujar dia.

Pemkab Kutim berharap fasilitas tersebut menjadi bagian dari sistem persampahan yang lebih tertata, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan seiring pertumbuhan wilayah. (AdvKominfo)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less