Dishub Kaltim Mandul! Ojol Bersatu Ancam Turun Jalan, Tuntut Gubernur Bertindak Tegas atas Aplikator Nakal
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
- comment 0 komentar


sampulberita.co Kesabaran pengemudi ojek online (ojol) di Kalimantan Timur terhadap mandulnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim sudah di ambang batas. Pertemuan antara Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB) dengan Dishub pada Rabu (2/7/2025) di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, berakhir tanpa keputusan konkret terkait penindakan aplikator yang membandel terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim tentang tarif.
Delegasi driver ojol yang diterima oleh Kabid Perhubungan Darat, Heru, harus menelan pil pahit. Alih-alih sanksi tegas, Dishub hanya meminta waktu untuk berkoordinasi dan menyusun draf yang akan disampaikan kepada pimpinan dan stakeholder terkait. Sikap ini memicu kekesalan mendalam di kalangan driver, terutama karena aplikator Maxim masih leluasa beroperasi tanpa mematuhi ketentuan tarif SK Gubernur Kaltim.
“Sifatnya hanya koordinasi dan perlu waktu proses untuk sampai kepada pimpinan Dishub dan stakeholder terkait lainnya,” ujar Lukman, perwakilan AMKB, dengan nada frustrasi.

Ia menyoroti bahwa pembiaran ini bukan hanya melanggar SK Gubernur, tapi juga berpotensi mengancam stabilitas tarif yang selama ini sedikit membantu peningkatan pendapatan para driver.
Situasi ini diperparah dengan fakta bahwa Gojek dan Grab, setelah deadline sebelumnya, kini telah mematuhi tarif sesuai SK Gubernur Kaltim. Namun, kepatuhan kedua aplikator ini terancam goyah jika Dishub tak segera bertindak tegas terhadap Maxim.
“Jika perjuangan dasar hukum terkait pemberian sanksi tegas berupa pemberhentian operasi dari aplikator yang tidak mau tunduk kepada ketentuan Tarif sesuai SK Gubernur Kaltim tidak segera diberlakukan, saya dan pengurus dapat memastikan pihak aplikator Gojek & Grab tidak akan membuat manuver kebijakan penurunan tarif yang tidak sesuai dengan ketentuan SK Gubernur,”
Ucap Lukman. Ia khawatir akan manuver kebijakan tarif di masa depan.
AMKB menyatakan sudah tidak ada toleransi lagi. Mereka telah memberikan ultimatum kepada Dishub Kaltim. Jika tidak ada langkah konkret dan sanksi tegas terhadap Maxim, AMKB akan mengerahkan massa secara maksimal untuk kembali turun ke jalan.
“Kami AMKB memberi Ultimatum kepada Dinas Perhubungan akan kembali beraksi turun Demo pada hari Senin, 7 Juli 2025 di Kantor Gubernur menagih janji Wakil Gubernur pada saat aksi 20 Mei 2025,” bunyi notulen aksi AMKB. Aksi ini akan menuntut Gubernur Kaltim, sebagai pimpinan tertinggi di wilayah ini, untuk segera menutup dan melarang operasional aplikator yang tidak patuh di Kalimantan Timur”, ucapnya
AMKB juga menyerukan kepada seluruh mitra Gojek, Grab, dan terutama Maxim, untuk bersatu dan berjuang bersama menekan aplikator Maxim agar tunduk pada aturan. Berjuang atas nama Driver Online bukan Driver Aplikasi tertentu, menandakan pentingnya solidaritas.
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar