Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Turun Harga Minyakkita, Tapi Masih Mahal di 9 Propinsi

Turun Harga Minyakkita, Tapi Masih Mahal di 9 Propinsi

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
  • comment 0 komentar

sampulberita.co Kabar terbaru dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut harga rata-rata nasional Minyak Goreng Rakyat (Minyakita) turun 0,6%, kini di angka Rp16.706 per liter (Senin, 23/6/2025). Penurunan Rp300 ini, menurut Direktur Tertib Niaga Ditjen PKTN Kemendag, Mario Josko, menunjukkan perbaikan tipis dari pekan sebelumnya.

Namun, angka tersebut masih 6,37% di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Kondisi ini jauh dari ideal bagi konsumen.

Di balik rata-rata nasional yang membaik, Kemendag mencatat sembilan provinsi masih menghadapi harga Minyakita lebih dari 10% di atas HET. Ironisnya, sebagian besar berada di Indonesia bagian Timur yaitu:

Nusa Tenggara Timur: Rp18.133/liter

Papua Selatan: Rp18.000/liter

Gorontalo: Rp17.708/liter

Kalimantan Selatan: Rp17.700/liter

Nusa Tenggara Barat: Rp17.667/liter

Kalimantan Timur: Rp17.626/liter

Bali: Rp17.542/liter

Papua Tengah: Rp17.500/liter

Papua Barat Daya: Rp17.500/liter

Mario Josko menegaskan bahwa masalah ini bukan karena pasokan kurang, melainkan ketimpangan distribusi.

“Beberapa kabupaten/kota tidak memiliki distributor maupun pengecer,” jelasnya, sembari berharap BUMN seperti Bulog dapat mengisi kekosongan tersebut.

Untuk mengatasi disparitas harga ini, Kemendag kini berkoordinasi dengan Perum Bulog. Fokusnya adalah memperkuat penyaluran Minyakita ke wilayah bermasalah melalui pemetaan kebutuhan pasar lokal.

“Kita mapping pasar-pasarnya, identifikasi pasar yang tidak memiliki distribusi, dan kita coba suplai secara langsung,” kata Mario.

Hingga 20 Juni 2025, realisasi penyaluran domestic market obligation (DMO) Minyakita tercatat 98.269 ton untuk Juni, setelah 142.353 ton pada Mei.

Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan premium justru naik 0,42% menjadi Rp22.367 per liter. Situasi ini menyoroti tantangan kompleks pemerintah dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok di seluruh pelosok negeri.

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less