Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » HUT Kutim 2026 Hadirkan Tijak Tanah, Upaya Perkuat Jati Diri Budaya Lokal

HUT Kutim 2026 Hadirkan Tijak Tanah, Upaya Perkuat Jati Diri Budaya Lokal

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Tradisi Tijak Tanah bakal menjadi salah satu agenda yang mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2026. Panitia menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Panitia HUT Kutim, Trisno, mengatakan penguatan unsur budaya telah menjadi perhatian dalam penyusunan kegiatan hari jadi. Menurutnya, sebuah perayaan daerah idealnya mampu menggambarkan kehidupan serta karakter masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut mulai dikembangkan sejak tahun lalu melalui berbagai perlombaan bertema lokal. Langkah itu kemudian dilanjutkan dengan menambah kegiatan baru pada penyelenggaraan tahun ini.

“Tahun ini kita ada Tijak Tanah yang menjadi salah satu dari rangkaian HUT Kutim,” kata Trisno saat di wawancara belum lama ini.

Selain Tijak Tanah, panitia sebelumnya telah memberikan ruang bagi karya masyarakat melalui lomba cipta motif batik daerah dan cipta lagu daerah. Program tersebut menjadi sarana untuk menggali kreativitas sekaligus memperkenalkan unsur lokal.

Panitia juga menggelar lomba ngelabuh, yakni pertunjukan tutur jenaka yang memiliki kekhasan dari wilayah hulu. Kehadiran permainan tradisional turut melengkapi rangkaian kegiatan yang bernuansa budaya.

Trisno menilai respons masyarakat terhadap kegiatan bertema daerah cukup menggembirakan. Hal itu menjadi pertimbangan panitia untuk mempertahankan konsep serupa dalam perayaan HUT Kutim berikutnya.

Ia juga menceritakan pengalaman ketika salah satu kegiatan budaya mampu menyentuh sisi emosional Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Saat penutupan kegiatan tahun sebelumnya, orang nomor satu di Kutim tersebut disebut terharu melihat budaya lokal mendapat ruang dalam perayaan daerah.

Menurut Trisno, pengalaman itu memperlihatkan bahwa budaya memiliki daya tarik tersendiri ketika dikemas dalam kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

“Hal semacam itu yang kita maksud. Itu kita mulai tahun lalu, tahun ini tetap kita adakan ditambah dengan Tijak Tanah tadi,” ungkapnya.

Melalui konsep tersebut, panitia berharap HUT Kutim dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap daerah. Tradisi dan karya lokal pun diharapkan tidak hanya muncul saat perayaan, tetapi terus mendapat tempat dalam agenda daerah.(Adv/Kominfo)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less