Penurunan Stunting 2 Persen, Ini Langkah DPPKB
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
- comment 0 komentar

Kepala Dinas PPKB Kutim, Achmad Junaidi. (Istimewa)
Sampulberita.com – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) membuktikan keseriusannya dalam memerangi stunting melalui Program “Cap Jempol” (Cara Pelayanan Jemput Bola). Program ini tidak hanya berpegang pada target penurunan 2% per tahun sesuai Peraturan Bupati (Perbup), namun juga sangat yakin akan melampaui angka tersebut berkat kolaborasi dan gotong royong lintas sektor.
Kepala Dinas PPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyatakan optimisme bahwa sinergi yang terjalin saat ini adalah kunci utama. “Saya yakin kalau kolaborasi ini berjalan efektif, hasilnya bisa lebih dari 2 persen. Apalagi Bupati sangat memahami betapa pentingnya program ini, sehingga dukungan politik sangat kuat,” ujar Junaidi.
Program Cap Jempol menjadikan strategi jemput bola ke lapangan sebagai inti dari aksinya. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam tim percepatan penurunan stunting kini wajib turun langsung sesuai dengan tanggung jawab bidangnya.
DPPKB bersama Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) mengambil peran penting dalam verifikasi data. Langkah ini memastikan intervensi dan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh keluarga yang berisiko stunting dan membutuhkan, seperti yang belum memiliki sanitasi (WC/jamban) atau akses air bersih.
“Data bisa kami berikan, tapi harus diverifikasi di lapangan. Jangan sampai bantuan diberikan kepada orang yang tidak membutuhkan atau tidak termasuk keluarga berisiko stunting,” tegas Junaidi.
Kolaborasi yang paling menonjol adalah dukungan infrastruktur mendasar dari Perumdam dan bantuan sosial dari Baznas.
Air Bersih Gratis dari Perumdam: Berdasarkan identifikasi DPPKB, sebanyak 49 titik di Kecamatan Sangatta Utara yang meliputi tiga desa dan satu kelurahan masih minim akses air bersih. Perumdam Kutim berkomitmen untuk menghilangkan hambatan ini.
“Begitu titik koordinatnya ditentukan, Perumdam langsung pasang jaringan air secara gratis. Ini bentuk kolaborasi luar biasa,” kata Junaidi.
Baznas Kutim juga memastikan bantuan tepat guna bagi keluarga berisiko stunting termasuk dalam delapan golongan penerima manfaat, seperti bantuan rehab rumah, jamban, dan air bersih. (adv/rls)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar