Cegah Penyakit Mematikan, Bibit Ternak Masuk Kutim Wajib Jalani Biosekuriti Ketat
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar

SANGATTA – Upaya pencegahan penularan virus mematikan pada hewan ternak terus diperketat di Kabupaten Kutai Timur. Salah satunya melalui protokol biosekuriti yang lebih ketat. Kini, setiap bibit sapi maupun kambing yang didatangkan dari luar wilayah wajib melewati masa isolasi selama empat minggu penuh sebelum dilepas ke masyarakat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kutai Timur (DTPHP) Kutim, Kutim, Dyah Ratnaningrum melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan, Cut Meutia menjelaskan, mekanisme karantina ini dilaksanakan dalam dua fase berbeda untuk meminimalkan risiko inkubasi virus selama perjalanan.
“Jadi setiap hewan yanag kan masuk ke sini (Kutim) harus dikarantina selama 14 hari di titik keberangkatan dan kembali diisolasi selama 14 hari setibanya di wilayah Kutai Timur guna memastikan kondisi fisiknya benar-benar sehat,”ujanrya.
Menurutnya. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas tingginya tingkat penularan penyakit Jembrana yang diketahui memiliki resiko zoonosis atau dapat berdampak pada manusia. Penyakit ini menjadi ancaman bagi peternak karena sifatnya yang agresif dan dapat menyebabkan kematian mendadak pada populasi sapi Bali.
“Ancaman wabah saat ini sangat bervariasi, mulai dari virus Lumpy Skin Disease (LSD) hingga Jembrana yang belum ditemukan obatnya. Jika ditemukan ternak dengan gejala klinis parah, tindakan eliminasi sesuai standar medis veteriner adalah satu-satunya jalan keluar,” ungkapnya, Selasa (20/01/2026).
Selain pengawasan ketat di perbatasan, seluruh ternak yang masuk dalam program hibah wajib mengantongi sertifikat vaksinasi lengkap. Hal ini merupakan syarat mutlak bagi penyedia bibit untuk menjamin keamanan investasi peternakan rakyat dari serangan patogen berbahaya.
Pihaknya juga menjelaskan, adanya perbedaan mendasar dalam menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Jembrana di lapangan. PMK dinilai masih bisa dipulihkan melalui pemberian vitamin dan asupan gizi yang intensif.
“Penyebaran Jembrana sangat cepat, karena dibantu oleh vektor lalat, sehingga penanganan tidak bisa setengah-setengah.,” pungkasnya.
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar