Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Retribusi Sejumlah Objek Wisata Kutim Masih Minim, Dispar Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Retribusi Sejumlah Objek Wisata Kutim Masih Minim, Dispar Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan. Salah satunya terlihat dari penerapan retribusi yang hingga kini belum dilakukan pada seluruh objek wisata yang menjadi tujuan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi, mengatakan baru sejumlah destinasi yang telah menerapkan retribusi. Sementara objek wisata lainnya masih dalam tahap pengupayaan agar dapat dikelola dengan sistem pungutan yang sesuai ketentuan.

“Kalau masalah dana retribusinya, baru sedikit yang ada retribusinya. Ada beberapa objek wisata yang baru ada retribusinya, yang lain belum,” kata Mahriadi saat diwawancara belum lama ini.

Menurutnya, penerimaan dari tiket masuk destinasi wisata saat ini masih relatif kecil. Dalam kondisi normal, pemasukan dari retribusi bahkan disebut belum mencapai Rp1,4 juta dalam sebulan. Kondisi berbeda biasanya terjadi ketika jumlah kunjungan meningkat pada momentum tertentu.

“Dalam satu bulan itu tidak sampai Rp1,4 juta. Kecuali kalau habis Lebaran, kemudian Tahun Baru, hari libur besar, baru lumayan banyak,” ujarnya.

Mahriadi menjelaskan, penerimaan tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas kunjungan wisatawan pada objek yang telah menerapkan retribusi. Karena itu, pengembangan destinasi dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus potensi pendapatan.

“Untuk PAD kan masuk tiketnya, masuk objek wisata. Masih kita usahakan untuk yang lainnya,” jelas dia.

Dinas Pariwisata juga perlu memastikan pengelolaan retribusi berjalan tertib serta didukung fasilitas yang memadai. Dengan semakin berkembangnya destinasi, diharapkan kunjungan wisatawan meningkat sehingga potensi sektor pariwisata sebagai sumber PAD dapat lebih optimal. (Adv/Kominfo)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less