Dari Rp3,2 Triliun Jadi Rp1,1 Triliun, Anggaran Disdikbud Kutim Terus Menyusut
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- comment 0 komentar

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Dok. SampulBerita)
SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Ruang fiskal sektor pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami penyempitan dalam tiga tahun terakhir. Anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim turun dari sekitar Rp3,2 triliun pada 2024 menjadi Rp2,07 triliun pada 2025, sebelum kembali menyusut hingga sekitar Rp1,1 triliun pada 2026.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan perubahan tersebut terjadi seiring kebijakan pergeseran dan efisiensi anggaran pemerintah. Meski nominalnya berkurang cukup besar, ia memastikan kegiatan pendidikan tetap mendapat dukungan anggaran.
“Insyaallah semua jalan. Tetap jalan tetapi ada beberapa yang kita kurangi saja,” ujar Mulyono belum lama ini.
Ia menjelaskan, penyesuaian dilakukan pada sejumlah komponen belanja. Salah satu contohnya adalah pengadaan seragam yang nilainya mengalami pengurangan, namun program tersebut tidak dihentikan sepenuhnya.
Menurut Mulyono, Disdikbud masih memiliki sejumlah sasaran yang harus dipenuhi dalam menjalankan pelayanan pendidikan. Empat indikator menjadi perhatian, yakni pemenuhan 15 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan, rapor pendidikan, akreditasi, serta 50 program unggulan kepala daerah.
Dari 50 program tersebut, terdapat 10 program yang berkaitan langsung dengan sektor pendidikan. Seluruhnya tetap menjadi bagian dari arah kerja Disdikbud meskipun harus menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Jadi, kita itu semua yang kita dorong. Nah, insyaallah semuanya berjalan,” katanya.
Mulyono menegaskan, pemangkasan pada sejumlah pos belanja tidak otomatis menghapus kegiatan. Penyesuaian dilakukan agar program prioritas tetap dapat dilaksanakan.
“Walaupun memang ada beberapa pos yang mengalami pengurangan. Bukan menghilang, tapi ya dikurangi,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar