Beragam Sektor Jadi Penopang Investasi Kutim, Target Rp18 Triliun Dikejar hingga Akhir Tahun
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- comment 0 komentar

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor. (Dok. SampulBerita)
SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Aktivitas penanaman modal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih ditopang oleh pelaku usaha dari berbagai skala. Kondisi tersebut menjadi modal pemerintah daerah untuk mengejar target investasi yang ditetapkan sebesar Rp18 triliun sepanjang 2026.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, mengungkapkan optimisme pemerintah terhadap pencapaian sasaran tersebut. Menurutnya, geliat investasi tidak hanya terlihat dari proyek-proyek dengan nilai fantastis.
“Target kita itu Rp18 triliun. Kita optimistis bisa tercapai nanti tahun ini,” ujar Noviari.
Ia menerangkan, kontribusi terhadap nilai investasi daerah berasal dari sejumlah kelompok usaha. Pelaku usaha kecil dan menengah tetap masuk dalam pencatatan, bersamaan dengan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dengan kebutuhan modal besar.
Komposisi tersebut membuat pergerakan investasi Kutim tidak bergantung pada satu jenis kegiatan ekonomi saja. Setiap penanaman modal yang memenuhi ketentuan turut menjadi bagian dari capaian daerah.
Noviari menyebut pencatatan realisasi dilakukan melalui DPMPTSP Kutim. Data yang dihimpun kemudian disampaikan menggunakan sistem pelaporan pemerintah pusat.
“Banyak, ya. Mulai dari yang skala kecil menengah hingga investasi padat modal yang besar,” jelasnya.
Menurut Noviari, keberadaan investasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi lainnya. Ketika kegiatan usaha berkembang, sektor pendukung di sekitar perusahaan maupun proyek juga berpeluang ikut bergerak.
Pemerintah daerah pun tetap memberikan perhatian terhadap sektor riil, terutama UMKM, di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan penerapan efisiensi anggaran.
“Harapan kita sektor riil, sektor UMKM itu masih eksis,” kata dia.
Pemkab Kutim selanjutnya akan menjaga koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar kegiatan usaha dan penanaman modal tetap berjalan. Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat hingga akhir 2026. (Adv/Kominfo)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar