Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Agar Produksi Sawit Tak Kembali Rendah, Mahyunadi Dorong Penggunaan Bibit Unggul

Agar Produksi Sawit Tak Kembali Rendah, Mahyunadi Dorong Penggunaan Bibit Unggul

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO, SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mendorong petani menggunakan bibit kelapa sawit unggul dan bersertifikasi dalam pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah rendahnya produktivitas tanaman seperti yang terjadi pada sebagian kebun rakyat sebelumnya.

Mahyunadi mengatakan, tanaman sawit milik masyarakat yang kini telah memasuki usia sekitar 25 hingga 26 tahun sudah membutuhkan peremajaan. Momentum tersebut menurutnya harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas tanaman sejak awal, terutama dalam pemilihan bibit.

Ia menilai penggunaan bibit cabutan atau bibit yang tidak memenuhi standar dapat berdampak panjang terhadap hasil produksi. Kesalahan tersebut sulit diperbaiki ketika tanaman sudah memasuki usia produktif.

“Berdasarkan pengalaman yang lalu, banyak sawit masyarakat itu ternyata tidak maksimal pertumbuhannya dan tidak maksimal hasilnya karena dari bibit yang cabutan, yang bukan berstandar spesifikasi bibit unggul,” kata Mahyunadi, Kamis, 3 September 2026.

Karena itu, Pemkab Kutim berupaya memberikan dukungan melalui penyiapan fasilitas, regulasi, serta pendampingan kepada petani. Pemerintah juga ingin memastikan proses peremajaan dilakukan dengan metode dan teknik budidaya yang tepat.

“Pemerintah dalam hal ini kita proaktif sekarang untuk mempersiapkan fasilitas-fasilitasnya, regulasi-regulasinya, juga memberikan pemahaman agar dalam penanaman kembali itu tidak salah kaprah,” tegas Mahyunadi.

Mahyunadi turut mengajak pihak swasta dan organisasi terkait ikut membantu memberikan edukasi kepada petani. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar program PSR tidak sekadar mengganti tanaman tua, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun.

Ia berharap petani lebih selektif memilih bahan tanam sehingga investasi perawatan selama bertahun-tahun memberikan hasil yang sepadan.

“Jangan sampai kesalahan bibit terulang lagi, karena yang menanggung dampaknya nanti adalah petani sendiri,” ujar dia. (Adv/Kominfo)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less