Disdikbud Siapkan Sejumlah Agenda Kebudayaan Jelang HUT Kutim ke-26
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
- comment 0 komentar

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Istimewa)
Sampulberita.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur, tampaknya menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, untuk menghidupkan semangat kebersamaan lewat sejumlah rangkaian kegiatan bertema budaya. Hingga akhir November 2025, sejumlah kegiatan telah dirancang Disdikbud, termasuk Kirab Budaya HUT Kutim (19 Oktober 2025).
Dilanjut Festival Magicland Kutim ke-2 (15–17 November 2025, lokasi acara Polder Ilham Maulana). Ketiga, Pameran Miniatur Sejarah Nabi dan Rasul (17–22 November 2025, Masjid Agung Al-Faruq). Keempat, Festival Seni Budaya Kutim (21–23 November 2025, Alun-Alun Sangatta) dan kelima, Festival Musik Anti Narkoba (28–30 November 2025, Kecamatan Bengalon).
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang untuk menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat dan generasi muda, agar turut berkontribusi dalam merayakan hari jadi daerah melalui karya seni dan kebudayaan.
“HUT Kutai Timur bukan hanya seremoni. Ini momentum memperkuat jati diri daerah, mempererat silaturahmi antar warga, dan membuka ruang bagi seniman, pelajar, serta komunitas kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka,” terang Mulyono.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas elemen, melibatkan pelaku budaya, lembaga seni, organisasi kepemudaan, pondok pesantren, sekolah, hingga masyarakat umum.
Mengusung semangat kampanye bahaya narkoba melalui musik dan kreativitas generasi muda, festival ini menjadi wadah positif bagi anak muda Kutim untuk berkarya dan menyuarakan pesan sosial.
Mulyono berharap, melalui gelaran ini masyarakat dapat semakin mencintai dan menjaga warisan budaya daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur, mari hadir, mendukung, dan merayakan budaya kita. Kutai Timur bukan sekadar daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga tanah yang berdenyut oleh tradisi, kreativitas, dan kebersamaan warganya,” imbuhnya. (Rls)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar