Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Anggaran Pendidikan Kutim Difokuskan pada Guru, Murid dan Fasilitas Sekolah

Anggaran Pendidikan Kutim Difokuskan pada Guru, Murid dan Fasilitas Sekolah

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO, KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur memastikan penggunaan anggaran pendidikan diarahkan pada kebutuhan utama sekolah, mulai dari peningkatan kualitas guru, pemenuhan kebutuhan murid hingga pembenahan fasilitas pembelajaran.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan pengelolaan anggaran tidak semata-mata ditentukan berdasarkan besarnya porsi untuk infrastruktur. Setiap program disusun dengan mengacu pada indikator kinerja yang menjadi dasar pelaksanaan tugas dinas.

Menurutnya, terdapat empat instrumen utama yang menjadi acuan Disdikbud dalam menjalankan program pendidikan. Keempatnya meliputi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan, rapor pendidikan, akreditasi sekolah, serta program unggulan kepala daerah yang berada di sektor pendidikan.

“Anggaran yang ada tentu kita fokuskan untuk melaksanakan empat tadi. Itu utamanya, supaya kinerja kita terukur,” ujar Mulyono.

Ia menjelaskan, kebutuhan pendidikan mencakup berbagai unsur yang saling berkaitan. Guru menjadi salah satu sasaran peningkatan kapasitas agar mampu memberikan pembelajaran yang lebih baik dan menyenangkan bagi peserta didik.

Di sisi lain, murid juga menjadi perhatian melalui penyediaan lingkungan belajar yang nyaman serta fasilitas pendukung. Disdikbud turut mempertimbangkan kondisi orang tua agar biaya yang muncul dari kebutuhan sekolah tidak menjadi beban tambahan bagi keluarga.

“Bagaimana guru bisa mengajar dengan menyenangkan, bagaimana orang tua bisa diringankan, bagaimana anak-anak bisa belajar dengan tenang,” kata dia.

Mulyono menambahkan, pembenahan fasilitas sekolah tetap menjadi bagian dari program, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran. Disdikbud juga berupaya menekan praktik pungutan yang dapat memberatkan wali murid.

“Guru yang kita sasar kita tingkatkan, kemudian fasilitas kita perbaiki. Seminimal mungkin jangan sampai ada sumbangan-sumbangan atau pungutan,” tegas dia.

Menurut Mulyono, arah kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan layanan pendidikan yang lebih merata. Pemerintah juga terus melihat kebutuhan di lapangan agar setiap program yang dijalankan memberikan dampak langsung bagi sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, maupun keluarga. (Adv/Kominfo)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less