Asap Terlihat Menipis, Data Puskesmas Ungkap Kualitas Udara Kutim Masih Buruk
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- comment 0 komentar

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kutim, Trisno. (Dok. SampulBerita)
SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Kondisi kabut asap yang secara kasatmata mulai berkurang di sejumlah wilayah Kutai Timur (Kutim) belum menjadi indikator bahwa kualitas udara telah kembali aman. Pemerintah Kabupaten Kutim masih menemukan sejumlah wilayah dengan kualitas udara yang kurang baik berdasarkan hasil pengukuran fasilitas kesehatan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kutim, Trisno, mengatakan perbedaan antara kondisi yang terlihat di lapangan dengan hasil pengukuran menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam evaluasi penanganan pencemaran udara.
“Beberapa camat melaporkan secara pandangan visual di lapangan asap sudah berkurang, tetapi hasil pengukuran dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas menunjukkan data yang berbeda,” ujar Trisno, Kamis 24 September 2026.
Ia menjelaskan, kualitas udara tidak seluruhnya dapat diketahui hanya dengan melihat tingkat kepekatan asap. Ada parameter pencemar yang membutuhkan alat khusus untuk mengetahui konsentrasinya.
Karena itu, pemerintah menggunakan hasil pemantauan dari Puskesmas sebagai salah satu rujukan dalam menentukan langkah penanganan.
“Tidak semua kualitas udara bisa dilihat secara visual. Yang kita gunakan adalah data-data dari alat ukur yang dilaksanakan kawan-kawan Puskesmas,” kata dia.
Berdasarkan evaluasi terbaru, dari 18 kecamatan di Kutim hanya sekitar lima wilayah yang tercatat dalam kondisi baik. Wilayah lainnya masih membutuhkan perhatian karena kualitas udaranya belum stabil.
Kondisi tersebut membuat pemerintah belum mengambil langkah untuk mencabut kebijakan yang telah diterbitkan melalui Surat Edaran Bupati terkait penanganan dampak karhutla dan pencemaran udara.
Trisno menegaskan, keputusan pemerintah akan terus disesuaikan dengan hasil pemantauan lapangan dan perkembangan kualitas udara. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan kondisi yang tampak secara kasatmata.
Pemerintah juga meminta masyarakat tetap mengikuti anjuran kesehatan selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih. Langkah pencegahan dinilai penting, terutama ketika hasil pengukuran menunjukkan kondisi yang masih perlu diwaspadai.
Pemkab Kutim bersama OPD terkait dan pemerintah kecamatan akan terus melakukan pemantauan. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan lanjutan dalam menghadapi pencemaran udara. (Adv/Kominfo)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar