Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Kutim Dorong Pemuda Tak Mudah Terprovokasi

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Kutim Dorong Pemuda Tak Mudah Terprovokasi

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO, SANGATTA — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengingatkan generasi muda agar lebih bijak menghadapi derasnya arus informasi digital.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kutim saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Kutim, 1 Oktober. Kegiatan itu diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN, TNI-Polri, pelajar, serta organisasi kepemudaan.

Menurut Bupati, perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi. Namun, kondisi tersebut juga membawa tantangan karena masyarakat dapat menerima berbagai kabar tanpa mengetahui secara pasti sumber maupun kebenarannya.

Ia meminta anak muda tidak terburu-buru mengambil kesimpulan ketika menemukan informasi yang memancing emosi, terutama isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Generasi muda harus mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hanya provokasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru ikut disebarluaskan,” ujarnya,Kamis (1/10/2026).

Bupati menilai kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting bagi generasi Z dan milenial. Sebelum memberikan respons ataupun membagikan sebuah informasi, masyarakat perlu melakukan pengecekan dari sumber yang dapat dipercaya.

Selain persoalan informasi, nilai Pancasila juga dinilai perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan pendapat maupun pilihan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengesampingkan persaudaraan.

Ia mengajak pemuda menjadikan semangat persatuan sebagai pedoman ketika beraktivitas di ruang digital.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang membangun. Jadilah generasi yang kritis, tetapi tetap menghargai perbedaan,” pesannya.

Peringatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, melainkan mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. (Adv/Kominfo)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less