Air Jadi Tantangan Pertanian Kutim Saat Kemarau, Teknologi Surya Masuk Opsi Pemerintah
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. (Dok. SampulBerita)
SAMPULBERITA.CO, SANGATTA — Ketersediaan air menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menjaga produktivitas pertanian ketika musim kemarau berlangsung panjang.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan kondisi cuaca harus menjadi pertimbangan dalam menentukan pola pengelolaan lahan pertanian. Menurutnya, kegiatan pertanian tidak dapat dipaksakan apabila sumber air yang dibutuhkan petani tidak mencukupi.
“Kalau memang El Nino kita tidak bisa paksakan, mau ambil air dari mana kalau kita mau paksakan?” kata Mahyunadi.
Menghadapi kemungkinan tersebut, pemerintah daerah mulai melihat pemanfaatan teknologi sebagai salah satu solusi. Salah satunya dengan menggunakan pompa air yang ditenagai energi surya untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan.
Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian. Pemerintah perlu mengetahui besaran investasi yang diperlukan dan membandingkannya dengan manfaat yang diperoleh sebelum menentukan kebijakan.
“Perlu pengkajian, pompanisasi bertenaga surya bagus atau tidak, untung atau rugi, berapa biaya yang dikeluarkan dan berapa manfaatnya,” terang dia.
Mahyunadi menegaskan, penggunaan anggaran daerah harus dilakukan secara selektif. Program yang dipilih harus memiliki manfaat yang jelas serta mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Bagi saya, APBD itu kita gunakan secara lebih efisien lagi, tidak boleh berpesta-pesta,” ujar dia.
Selain strategi penyediaan air, pemerintah juga mendorong masyarakat melaksanakan Salat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kekeringan.
Langkah tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan upaya teknis sehingga sektor pertanian tetap mampu bertahan ketika curah hujan menurun. (Adv/Kominfo)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar