Era pasca Tambang, Bupati Kutim Dorong Kolaborasi Semua Pihak
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
- comment 0 komentar

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menegaskan era pasca tambang Kutim membutuhkan kolaborasi semua pihak. (Istimewa)
Sampulberita.com – Sebagai daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia, Kutai Timur (Kutim) tengah bersiap menghadapi perubahan besar di tengah kebijakan transisi energi nasional termasuk menyiapkan langkah konkret menuju era pasca tambang.
Dalam keteranganya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut, aktivitas pertambangan selama ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah. “Target PDRB per kapita tahun 2025 mencapai Rp399,6 juta. Ini menunjukkan betapa besar peran sektor tambang dalam kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ardiansyah Sulaiman.
lanjutnya, dengan adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penghentian bertahap (phase out) batu bara, Kutim harus bertransformasi. “Tantangan utama ke depan adalah menjaga keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan setelah kegiatan tambang berakhir,” tegas dia.
Kesempatan tersebut, Ia mengajak semua pihak berkolaborasi mewujudkan ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan. “Kita perlu mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, energi terbarukan, UMKM, ekonomi kreatif, serta pariwisata berbasis alam dan edukasi lingkungan,” paparnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Kutim juga tengah mengarahkan pembangunan menuju daerah tangguh pasca tambang. Salah satunya melalui revitalisasi lahan bekas tambang untuk kegiatan produktif. Dari total 39.159 hektare lahan tambang, sekitar 16.164 hektare atau 41,28 persen telah direklamasi oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Selain aspek lingkungan, pemerintah juga fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan, peningkatan kapasitas ekonomi, serta kolaborasi dengan perusahaan tambang agar rencana penutupan tambang (mine closure plan) benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. (adv/rls)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar