Cetak Generasi Qur’ani, Ini Langkah Disdikbud Kutim
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim mengalokasikan anggaran besar untuk membina generasi Qur'ani. (Istimewa)
Sampulberita.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk mencetak Generasi Qur’ani melalui alokasi anggaran program unggulan sebesar Rp 6,5 miliar. Dana ini menjadi tulang punggung bagi sejumlah inisiatif strategis di sektor pendidikan, termasuk penguatan pendidikan karakter keagamaan dan dukungan kesejahteraan siswa.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono memaparkan bahwa porsi terbesar dari anggaran tersebut diarahkan untuk memberikan apresiasi dan motivasi bagi siswa berprestasi di bidang keagamaan.
“Fokus utama kami adalah Beasiswa Hafidz/Hafidzah. Pada tahun 2025, kami telah mengalokasikan bantuan bagi 1.000 penerima, terdiri dari 700 siswa SD dan 300 siswa SMP,” ujar Mulyono.
Mulyono merincikan bahwa nilai beasiswa tahun 2025 adalah Rp 2,5 juta untuk siswa SD dan Rp 3 juta untuk siswa SMP. Bahkan, ia memastikan bahwa alokasi beasiswa ini tidak hanya dipertahankan, namun nilainya akan dinaikkan secara signifikan pada tahun anggaran 2026.
Lebih lanjut, Disdikbud akan memperluas implementasi Program UMMI, sebuah metode pengajaran Al-Qur’an. Program ini akan menjangkau seluruh SD dan SMP di Sangatta Utara dan Selatan. “Kami melibatkan 160 Guru UMMI yang kompeten untuk memastikan siswa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, dengan target hafalan hingga 30 Juz,” jelasnya.
Selain fokus keagamaan pemerintah juga memberikan dukungan nyata untuk mewujudkan Wajib Belajar Gratis 13 Tahun melalui bantuan seragam gratis. Program ini bertujuan meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus menghilangkan kesenjangan sosial di sekolah. “Akhir November ini, kami akan membagikan 4 stel seragam gratis kepada 84.000 anak di Kutai Timur yang berasal dari jenjang TK, SD, dan SMP,” terang Mulyono.
Mulyono menyebutkan bahwa total anggaran Rp 6,5 miliar tersebut juga mencakup subsidi untuk pembiayaan manasik haji sebesar Rp 3,5 miliar, menunjukkan komitmen Pemkab Kutim dalam mendukung kegiatan keagamaan secara menyeluruh. “ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkarakter,” pungkasnya. (adv/rls)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar