Jalan Berdebu Saat Kemarau, Anak-anak di Rantau Pulung Mulai Batuk
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- comment 0 komentar

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasana. (Dok. SampulBerita)
SAMPULBERITA.CO, SANGATTA – Kondisi kemarau mulai dirasakan masyarakat Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur. Selain keterbatasan air dan tanaman yang mengering, jalan yang berdebu turut menjadi persoalan karena meningkatkan paparan debu bagi warga, terutama anak-anak.
Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasana, mengatakan kondisi tersebut terlihat setelah pihaknya melakukan peninjauan ke sejumlah titik di wilayah desa. Debu yang beterbangan menjadi salah satu dampak yang cukup dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
“Yang paling penting adalah kondisi jalan yang berdebu saat ini,” ujar Vita,belum lama ini.
Menurutnya, kondisi jalan yang kering membuat debu lebih mudah beterbangan ketika kendaraan melintas. Situasi tersebut dikhawatirkan mengganggu kenyamanan warga, khususnya mereka yang tinggal atau beraktivitas di sekitar ruas jalan.
Vita menyebut keluhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan debu. Pihak kecamatan juga menemukan kondisi kekurangan air di sejumlah lokasi. Pada saat yang sama, beberapa tanaman masyarakat mulai mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan.
“Kurangnya air, kemudian banyak tanaman yang sudah kering,” katanya.
Kondisi tersebut turut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung menginisiasi pelaksanaan salat istisqa bersama masyarakat. Langkah itu dilakukan setelah muncul keresahan warga akibat kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap kehidupan sehari-hari.
Informasi pelaksanaan salat istisqa telah disampaikan melalui media sosial kecamatan serta pemerintah desa. Kegiatan tersebut juga dikoordinasikan bersama dai pembangunan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
“Setelah saya melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi desa, memang terjadi keresahan di masyarakat,” tutur dia.
Vita berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga ketersediaan air kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu. Pemerintah kecamatan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau kondisi yang berkembang di lapangan. (Adv/Kominfo)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar