Breaking News
light_mode
Beranda » Kominfo Kutim » Pembentukan KSRG, Langkah Disdikbud Lakukan Transformasi Pendidikan

Pembentukan KSRG, Langkah Disdikbud Lakukan Transformasi Pendidikan

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • comment 0 komentar

Sampulberita.com – Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus berupaya melakukan transformasi di bidang pendidikan. Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah mendorong pembentukan Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).

Kepala Disdikbud Mulyono mengakui bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pihaknya  dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia menjelaskan bahwa penerapan konsep sekolah berbasis Google diharapkan mampu mempercepat modernisasi sistem belajar mengajar di daerah.

“Kami fokuskan di Sangatta karena infrastrukturnya sudah lebih siap. Belajar menggunakan platform Google tentu memerlukan dukungan internet yang stabil,” ucap Mulyono, Senin (3/11/2025).

Ia menerangkan, untuk dapat menjadi sekolah rujukan Google, setiap lembaga pendidikan harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya, seluruh guru wajib mengikuti bimbingan teknis Level 0 (L0), yang menjadi dasar dalam penguasaan teknologi pembelajaran digital. Setelah itu, minimal 30 persen dari guru yang telah lulus L0 harus melanjutkan sertifikasi Level 1 (L1) dari Google.

Selain peningkatan kompetensi guru, sekolah juga diwajibkan memiliki akun Google Workspace for Education bagi guru dan peserta didik sebagai sarana utama penerapan sistem pembelajaran digital.

Tak hanya itu, fasilitas perangkat keras juga menjadi syarat utama. Setiap sekolah harus memiliki minimal 60 unit Chromebook agar pembelajaran digital dapat berlangsung efektif dan efisien untuk dua kelas.

“Saat ini kami telah mengusulkan 35 sekolah di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan untuk mengikuti program ini. Target kami, akhir tahun sudah ada sekolah yang resmi menjadi rujukan Google,” jelasnya.

Mulyono menegaskan, pengembangan sekolah berbasis Google bukan sekadar mengikuti tren digital, tetapi juga bagian dari upaya Pemkab Kutim meningkatkan standar pelayanan minimal pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami ingin anak-anak Kutim tidak hanya cakap di bidang akademik, tapi juga melek teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan,” imbuh Mulyono. (adv/rls)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less