Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Antisemit di Jerman Melonjak Dua Kali Lipat di Tengah Gema Perang Gaza

Antisemit di Jerman Melonjak Dua Kali Lipat di Tengah Gema Perang Gaza

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • comment 0 komentar

sampulberita.co Jumlah insiden antisemitisme di Jerman hampir dua kali lipat pada tahun lalu, seiring dengan berlanjutnya perang di Gaza antara Israel dan Hamas. Demikian laporan yang disampaikan oleh Pusat Penelitian dan Informasi Federal untuk Antisemitisme (RIAS) pada hari Rabu (4/6/2025)

Di kutip dari Reuters, RIAS mencatat total 8.627 insiden kekerasan, vandalisme, dan ancaman terhadap komunitas Yahudi di Jerman sepanjang tahun 2024. Angka ini melonjak tajam dari 4.886 insiden yang tercatat pada tahun 2023, dan jauh melampaui 1.957 insiden pada tahun 2020.

“Secara objektif, risiko persekusi sebagai seorang Yahudi di Jerman telah meningkat sejak 7 Oktober 2023,” kata Benjamin Steinitz, kepala RIAS,.dalam konferensi pers terkait laporan tersebut, merujuk pada dimulainya perang Gaza. Namun, ia juga menyoroti bahwa perdebatan tentang apa yang dianggap sebagai ekspresi antisemitisme tampaknya lebih banyak menyita perhatian daripada empati terhadap para korban.

Kategori insiden terbesar yang dilaporkan oleh RIAS, sekitar 25% dari total, masuk dalam kategori “antisemitisme anti-Israel.” Kategori ini mencakup kritik terhadap kebijakan Israel yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai ekspresi politik yang sah dalam demokrasi.

Kelompok aktivis Yahudi, Diaspora Alliance, bulan lalu mempertanyakan metodologi RIAS yang mereka anggap menyamakan kritik tersebut dengan antisemitisme. Jossi Bartal dari Diaspora Alliance menyatakan bahwa pendekatan RIAS yang mendelegitimasi kritik terhadap negara Israel, menandai setiap ekspresi identitas Palestina sebagai hal yang mencurigakan, mengacu pada kebijakan Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.

Menanggapi hal ini, Steinitz dalam pengarahannya menepis kritik Diaspora Alliance, mengatakan bahwa laporan mereka “mendistorsi pekerjaan RIAS.

“Saya pikir tujuan menerbitkan laporan sekarang adalah untuk menyajikan pekerjaan kami sebagai sesuatu yang kontroversial dan mendiskreditkan pengalaman para korban,” tegasnya.

Laporan RIAS juga menyebutkan bahwa kekerasan, vandalisme, dan ancaman antisemitisme telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan kelompok sayap kanan Jerman bertanggung jawab atas sekitar tiga kali lebih banyak insiden dibandingkan kelompok Islamis.

Bagi Jerman, melacak insiden semacam itu dan memerangi antisemitisme merupakan inti dari proyek pasca-perang mereka untuk menebus Holocaust orang-orang Yahudi Eropa di era Nazi.

Sumber poto : Reuters

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less