Isu Pembekuan Rekening Tabungan Tak Aktif Picu Antrean di Sejumlah Bank di Sangatta
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
- comment 0 komentar


sampulberita.co Isu terkait pembekuan rekening tabungan yang dianggap tidak aktif memicu kepanikan di kalangan warga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Sejak awal pekan ini, kantor-kantor perbankan, termasuk Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Teluk Lingga, dipadati oleh nasabah yang khawatir dana simpanan mereka terblokir.
Kepanikan ini bermula dari beredarnya informasi, terutama melalui pesan berantai dan media sosial, yang menyebutkan bahwa rekening tabungan yang tidak memiliki aktivitas transaksi selama enam bulan akan secara otomatis dibekukan. Kabar ini sontak membuat ribuan nasabah berbondong-bondong mendatangi kantor bank untuk melakukan verifikasi dan memastikan status rekening mereka. Antrean panjang pun tak terhindarkan di loket layanan nasabah.
“Saya kaget sekali dengar kabar ini. Selama ini saya pikir aman-aman saja, karena uang gaji saya masuk tiap bulan. Ternyata harus ada transaksi keluar juga supaya tidak dianggap pasif,” ujar salah satu warga Sangatta yang ikut mengantre.
“Padahal, tabungan ini saya siapkan untuk pendidikan anak. Tentu cemas kalau tiba-tiba tidak bisa diambil,”
tambah nasabah tersebut dengan nada khawatir.
Menanggapi fenomena ini, pihak perbankan segera memberikan klarifikasi. Mereka membenarkan adanya kebijakan terkait rekening tabungan yang tidak aktif atau dormant. Namun, pihak bank menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk merugikan nasabah, melainkan bagian dari prosedur standar untuk memastikan keamanan dana dan kepatuhan terhadap regulasi perbankan.
“Kebijakan ini memang sudah lama ada. Rekening yang tidak memiliki aktivitas, baik setoran maupun penarikan, dalam kurun waktu tertentu akan masuk dalam status tidak aktif. Namun, status tersebut bersifat sementara dan bukan pemblokiran permanen,”
Jelas salah satu petugas bank.
“Nasabah tidak perlu panik. Rekening dapat diaktifkan kembali dengan mudah, cukup datang ke kantor cabang terdekat dengan membawa kartu identitas diri.”
Meskipun demikian, prosedur pengaktifan kembali tetap dianggap merepotkan bagi sebagian nasabah, terutama mereka yang tinggal di area yang jauh dari kantor cabang. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih proaktif dalam memantau dan melakukan transaksi berkala pada rekening tabungan mereka.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sensitif terkait perbankan dan keuangan melalui kanal-kanal resmi untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu.
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar