Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Ditutup Sehari, Pusat Bantuan Gaza Kini Menjadi Zona Tempur

Ditutup Sehari, Pusat Bantuan Gaza Kini Menjadi Zona Tempur

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • comment 0 komentar

sampulberita.co IDF memperingatkan bahwa jalan menuju pusat distribusi bantuan di Gaza dianggap sebagai “zona pertempuran” karena lokasi tersebut ditutup selama sehari pada Rabu (4/6/2025).

GHF akan menutup pusat distribusi bantuannya selama satu hari untuk pembaruan dan peningkatan efisiensi. Akses ke pusat distribusi tersebut dilarang oleh IDF dan perjalanan ke lokasi itu tidak diizinkan.

Dikutip dari Reuters, menurut laporan Hamas, setidaknya 27 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel di dekat pusat distribusi pada Selasa pagi. Kejadian itu merupakan insiden mematikan ketiga dalam beberapa hari di rute menuju lokasi GHF. IDF menjelaskan bahwa tembakan dilakukan setelah mengidentifikasi tersangka yang melanggar jalur akses yang ditentukan.

Atef Al-Hout, direktur Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, menyatakan bahwa korban luka datang dengan luka tembak setelah pasukan Israel menembaki “kerumunan warga sipil yang menunggu bantuan di Rafa barat” setelah kejadian pada hari Selasa (3/6/2025).

Mahmoud Basal, juru bicara Hamas, menyebutkan bahwa warga sipil diserang oleh tank, pesawat tanpa awak quadcopter, dan helikopter di sekitar lokasi bantuan. Seorang petugas medis asing menggambarkan insiden tersebut sebagai “pembantaian total” dan mengatakan korban telah banyak. Menurut pernyataan IDF, pasukan mereka tidak menghalangi kedatangan warga sipil Gaza ke pusat distribusi bantuan kemanusiaan.

GHF berencana untuk melanjutkan distribusi bantuan pada hari Kamis dengan peningkatan langkah-langkah keamanan, sambil meminta bantuan dari militer Israel untuk mengatur arus pejalan kaki di sekitar perbatasan militer guna menghindari kebingungan dan eskalasi. Langkah-langkah dilakukan untuk mengembangkan panduan lebih jelas bagi warga sipil dan meningkatkan pelatihan demi keselamatan mereka. GHF menegaskan prioritasnya tetap pada keselamatan dan martabat warga yang menerima bantuan, sementara Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mendesak penyelidikan segera dan independen terkait kejadian tersebut.

Stéphane Dujarric, juru bicara Guterres, menyoroti kebingungan terkait identitas GHF dan kurangnya akuntabilitas terkait penutupan pusat distribusi. PBB memperingatkan lebih dari dua juta orang di Gaza beresiko kelaparan setelah Israel memblokir pengiriman makanan dan bantuan selama 11 minggu. GHF mencoba menggantikan jaringan distribusi bantuan PBB di Gaza, namun model distribusi baru di mana warga Gaza harus mengambil bantuan dari pusat-pusat kecil di wilayah yang dikuasai oleh militer Israel dan dioperasikan oleh kontraktor Amerika yang bersenjata menuai kritik karena dianggap mengkhawatirkan keselamatan warga dan tidak manusiawi.

Pendeta Dr. Johnnie Moore sudah diumumkan sebagai kepala baru GHF yang menggantikan Jake Wood. Penunjukan ini terjadi setelah kampanye militer Israel di Gaza sebagai respon terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menyebabkan banyak korban jiwa dan penawanan. Sejak saat itu, ribuan orang telah meninggal di Gaza, termasuk sejak Israel melanjutkan serangannya pada 18 Maret.

GENOSIDA ISRAEL Sudah Mencapai 50ribu Jiwa Anak-Anak di Gaza

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less