Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » KEJUTAN DARI SANGATTA! Rizky Sholeh Akbar Sumbang Perak di Kejurnas, Sinyal Kutai Timur Mulai “Melawan” di Level Nasional

KEJUTAN DARI SANGATTA! Rizky Sholeh Akbar Sumbang Perak di Kejurnas, Sinyal Kutai Timur Mulai “Melawan” di Level Nasional

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • comment 0 komentar

SAMPULBERITA.CO|JAKARTA – Peta kekuatan panjat tebing kelompok umur tingkat nasional mulai menunjukkan perubahan. Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, membuktikan diri bukan lagi sekadar pelengkap dalam persaingan nasional, melainkan penantang serius yang patut diperhitungkan.

Sinyal kebangkitan tersebut ditunjukkan oleh atlet muda berbakat asal Kutai Timur, Rizky Sholeh Akbar, yang berhasil meraih medali perak pada nomor Boulder U-17 Putra dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XX FPTI Tahun 2026 yang berlangsung di DKI Jakarta pada 17–22 Juni 2026.

Prestasi ini menjadi catatan membanggakan bagi dunia olahraga Kutai Timur sekaligus mempertegas kualitas pembinaan atlet muda yang selama ini dilakukan di daerah.

Perjuangan Heroik Menembus Dominasi Atlet Jawa

Persaingan pada nomor Boulder U-17 Putra berlangsung sangat ketat. Berdasarkan hasil babak kualifikasi, Rizky yang mengenakan nomor BIB 15 menempati posisi kedelapan dengan total skor 49,4.

Namun, mental juara dan semangat pantang menyerah menjadi pembeda di babak final. Atlet yang merupakan siswa SMK Hasanuddin Sangatta Selatan dan bernaung di bawah Enggang Borneo Climbing Club (EBCC) itu tampil luar biasa dengan meningkatkan performanya secara signifikan.

Rizky berhasil melesat ke posisi kedua dengan raihan total poin 19,6 dan berhak atas medali perak. Ia hanya kalah dari atlet Jawa Barat, Ardana Cikal Damarwulan, yang meraih medali emas, serta mampu mengungguli atlet Jawa Barat lainnya, Putra Fandira Al Hafidzi, yang harus puas dengan medali perunggu.

Potensi Besar di Tengah Keterbatasan Anggaran

Prestasi membanggakan ini diraih di tengah berbagai keterbatasan, khususnya terkait dukungan anggaran pembinaan dan keberangkatan atlet.

Sebagai Juara Umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Kalimantan Timur, Kutai Timur sebenarnya memiliki banyak atlet potensial yang layak memperkuat kontingen Kalimantan Timur di tingkat nasional. Namun, karena keterbatasan anggaran, Pengprov FPTI Kalimantan Timur pada awalnya hanya mampu memberikan kuota pembiayaan penuh kepada satu atlet dari Kutai Timur, yakni Rizky Sholeh Akbar.

Sementara empat atlet berprestasi lainnya hanya dapat direkomendasikan dengan status biaya mandiri dari Pengcab FPTI Kutai Timur.

Diplomasi Cerdas Demi Kesempatan Atlet

Melihat kondisi tersebut, Pengurus Kabupaten (Pengcab) FPTI Kutai Timur di bawah kepemimpinan Aji Fahriza Hakim, S.Sos., M.Si. mengambil langkah strategis dengan mengusulkan agar alokasi pembiayaan untuk satu orang pelatih dialihkan menjadi kuota atlet.

Keputusan yang terbilang berani tersebut diambil demi memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet-atlet berprestasi Kutai Timur untuk tampil di ajang nasional.

Langkah tersebut kini terbukti tepat. Medali perak yang diraih Rizky menjadi bukti bahwa investasi pada atlet merupakan keputusan yang menghasilkan prestasi nyata.

Apresiasi Ketua Umum FPTI Kutai Timur

Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas capaian yang diraih Rizky.

“Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan pengorbanan semua pihak. Kami tahu proses keberangkatan menuju Kejurnas tidak mudah. Bahkan kami harus merelakan jatah ofisial pelatih demi memastikan slot atlet bertambah. Hari ini Rizky membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk meraih prestasi nasional,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak atlet Kutai Timur yang memiliki kemampuan untuk bersaing di level nasional apabila mendapat kesempatan yang sama.

“Sebenarnya masih banyak atlet Kutai Timur yang layak memperkuat Tim Kaltim dan berpotensi meraih medali. Namun keterbatasan anggaran membuat kami harus melakukan berbagai strategi dan efisiensi. Medali perak ini menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini yang dilakukan klub-klub di Kutai Timur, khususnya Enggang Borneo Climbing Club (EBCC), berada di jalur yang tepat,” tambahnya.

Asa Masih Terbuka

Raihan medali perak dari nomor Boulder U-17 Putra bukanlah akhir perjuangan. Kontingen Kalimantan Timur, khususnya para atlet asal Kutai Timur, masih akan berlaga pada nomor Lead dan Speed yang menjadi nomor andalan berikutnya.

Dengan performa yang terus meningkat serta mental bertanding yang semakin matang, peluang untuk menambah koleksi medali masih terbuka lebar.

Satu hal yang pasti, prestasi Rizky Sholeh Akbar telah mengirimkan pesan kuat kepada dunia panjat tebing nasional bahwa Kutai Timur tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Dari Sangatta untuk Indonesia, para pemanjat muda Kutai Timur kini mulai bangkit, menantang dominasi, dan siap mengukir prestasi di panggung nasional.(*)

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less