Bupati Ardiansyah Terima Tuntutan Pendemo Kelompok Aksi Masyarakat Kutim Menggugat
- account_circle sampulberita.co
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- comment 0 komentar

Bupati Kutai Timur menerima tuntutan massa aksi. (Istimewa)
Sampulberita.com – Sebanyak 13 tuntutan para pendemo “Masyarakat Kutim Menggugat”, diterima Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman dan berjanji akan melakukan evaluasi. “Ini komitmen buat saya untuk melakukan evaluasi. Bulan ini juga sudah ada evaluasi yang saya lakukan, sampai nanti Bulan November, ya paling tidak,” terang Ardiansyah Sulaiman, di hadapan para pendemo, Selasa (28/10/2025).
Sebelumnya, para demonstran membacakan isi tuntutan dihadapan Bupati Kutim. Dalam tuntutan terdapat poin menuntut evaluasi menyeluruh terhadap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kutim, yang terdiri dari Sekda, BPKAD, Bappeda, Bapenda, dan LPBJ. Para pendemo menilai bahwa selama ini perencanaan dan realisasi anggaran banyak yang tak berpihak kepada masyarakat, bahkan sebagian besar kegiatan hanya menumpuk di wilayah tertentu.
Selain itu, massa juga mendesak pemerintah untuk menertibkan pengelolaan CSR perusahaan yang selama ini dianggap tidak menyentuh masyarakat di pedalaman dan pesisir. Tuntutan lain menyoroti keterlambatan pembayaran proyek, ketimpangan pembangunan antar wilayah, hingga dugaan adanya monopoli program oleh oknum di dinas-dinas tertentu.
Sorotan tajam juga ditujukan kepada Inspektorat Kutim. Pendemo menilai Inspektorat Kutim tidak menjalankan pengawasan secara transparan dan tebang pilih. Massa mendesak agar hasil audit dana desa dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat. Di sisi lain, mereka juga meminta DPRD agar lebih cermat mengawasi penyusunan dan persetujuan anggaran dari TAPD, demi menghindari potensi penyimpangan pada APBD 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati Mahyunadi yang juga hadir menemui para pendemo memberikan pernyataan tegas. Ia menyebut bahwa banyak keluhan masyarakat sejatinya juga menjadi keresahan dirinya sebagai bagian dari pemerintah daerah.
“Apa yang bapak-bapak keluhkan, sama dengan yang saya keluhkan. Bahkan, saya mendengar ada anggaran provinsi yang dibawa keluar Kutim karena dianggap tidak aman di sini. Ini ironis. Tapi saya berterima kasih, karena suara rakyat hari ini jadi pegangan moral bagi kami,” ungkapnya.
Sebelum massa membubarkan diri secara tertib, koordinator aksi “Masyarakat Kutim Menggugat” berikan peringatan bagi Pemerintah untuk segera dilakukan evaluasi sesuai dengan tuntutan. “Ini bukan akhir, tapi awal kebangkitan rakyat Kutai Timur. Kami siap hadir kembali dengan massa yang lebih besar jika tuntutan kami tidak diindahkan,” imbuh dia. (Rls)
- Penulis: sampulberita.co

Saat ini belum ada komentar