Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » DPPKB Kutim Luncurkan Program Sidaya 2026.

DPPKB Kutim Luncurkan Program Sidaya 2026.

  • account_circle sampulberita.co
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • comment 0 komentar

 

 

 

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) akan meluncurkan program Lansia berdaya atau Sidaya. Sebuah program berbasis pendidikan (sekolah) yang menyasar kepada warga berusia diatas 60 tahun. Yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan memiliki pengetahuan kesehatan yang mumpuni.

 

 

Program yang akan launching di bulan Februari 2026 tersebut, Kecamatan Sangatta Utara akan menjadi lokasi pertama (percontohan) untuk pelaksanaan program Sidaya yang harapkan mampu menjadi pilot project untuk pelaksanaan di seluruh wilayah lain di Kutim.

 

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi dan validasi data lapangan sebelum resmi di luncurkan.

 

“Sekolah Lansia ini belum ada di Kutai Timur, makanya di tahun 2026 akan kita launching. Diperkirakan paling lambat akhir Januari ini persiapannya rampung,” ujar Junaidi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (15/01/2026).

 

Pihaknya mengaku. Strategi pelaksanaan Sidaya tidak akan membebani APBD, melainkan mengedepankan asas kolaborasi lintas sektor. Kegiatan belajar mengajar nantinya memanfaatkan fasilitas publik yang sudah tersedia di tingkat kelurahan dan desa, seperti balai desa hingga tempat ibadah.

 

“Kita tidak perlu membangun bangunan baru, yang penting ada tempat berkumpul. Strateginya adalah kerja sama dengan Camat dan Kepala Desa. Untuk tenaga pakarnya, kita gandeng Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga pihak rumah sakit sebagai fasilitator,” imbuhnya.

 

Sedangkan untuk metode pembelajaran termasuk kurukulum yang di gunakan, sekolah ini menerapkan sistem penjenjangan yang disebut Standar 1 (S1) hingga Standar 3 (S3). Para siswa diwajibkan mengikuti 12 kali pertemuan dalam satu jenjang dengan disiplin kehadiran yang ketat sebagai syarat kelulusan.

 

“Ini bukan sarjana, tapi Standar 1, 2, dan 3. Syarat lulusnya minimal 80 persen kehadiran. Jika lulus, kita berikan sertifikat dan kita wisuda agar mereka bisa lanjut ke tingkat berikutnya untuk belajar merawat diri dan tetap sehat di usia senja,” pungkasnya.

  • Penulis: sampulberita.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less